Skip to main content
Berikut adalah penjelasan rinci setiap segmen kode. Saat Anda mengunggah atau mencari dokumen, Anda akan menggunakan kategori-kategori ini.
  • F: Fungsi (Kode Departemen)
    • Format: 1 huruf alfabet
    • Tujuan: Mengidentifikasi departemen atau fungsi utama yang bertanggung jawab.
    • Contoh: F untuk Keuangan, H untuk SDM, P untuk Proyek.
  • TT: Kode Topik
    • Format: 2 huruf alfabet
    • Tujuan: Mendefinisikan kelompok topik utama di dalam departemen.
    • Contoh: CT untuk Pajak Perusahaan, AP untuk Utang Usaha.
  • ST: Kode Sub-Topik
    • Format: 2 digit alfanumerik (huruf/angka)
    • Tujuan: Menyaring topik menjadi sub-kategori yang lebih spesifik.
    • Contoh: Jika TT adalah CT (Pajak Perusahaan), ST bisa jadi IR (Laporan Pajak Penghasilan).
  • C: Kode Perusahaan
    • Format: Bervariasi (misalnya, 2 digit alfanumerik)
    • Tujuan: Membedakan perusahaan pemilik dokumen.
    • Contoh: A1 untuk Alpha Corp, B2 untuk Beta Inc.
  • FFFFFF: Kode Fitur (ID Proyek/Aktivitas)
    • Format: 6 digit alfanumerik
    • Tujuan: Menautkan dokumen ke aktivitas spesifik (proyek, pusat biaya, dll.).
    • Contoh: PRJ007, CC1025, JOB543.
  • MYY: Kode Bulan dan Tahun
    • Format: 3 digit alfanumerik
    • Tujuan: Menunjukkan bulan dan tahun dokumen, yang memungkinkan pengurutan kronologis otomatis.
    • Contoh: 624 untuk Juni 2024, T25 untuk Oktober 2025.
  • SS: Nomor Urut
    • Format: 2 digit nomor urut
    • Tujuan: Pengidentifikasi unik untuk dokumen dengan katalog yang sama dalam bulan yang sama.
    • Contoh: 01 untuk dokumen pertama, 02 untuk yang kedua.